Emergency Procedure untuk Pilot Drone
Emergency procedure adalah langkah yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi kondisi tidak normal atau darurat saat menerbangkan drone.
Dalam kondisi normal, pilot memiliki waktu untuk mengikuti rencana penerbangan. Namun ketika terjadi masalah, waktu untuk mengambil keputusan bisa sangat singkat. Karena itu, prosedur darurat sebaiknya sudah dipahami sebelum drone lepas landas. FAA juga memasukkan emergency procedures sebagai salah satu pengetahuan utama yang harus dipahami remote pilot.
Salah satu keadaan yang sering dikhawatirkan adalah lost link, yaitu hubungan komunikasi antara drone dan pilot terputus. Jika hal ini terjadi, pilot perlu memahami bagaimana sistem drone akan merespons. Beberapa sistem dapat mempertahankan posisi, kembali ke titik awal, menuju waypoint tertentu, atau mendarat. Karena setiap sistem bisa berbeda, pengaturan lost link perlu diperiksa sebelum penerbangan dimulai.
Baterai yang turun lebih cepat dari perkiraan juga dapat menjadi kondisi darurat. Pilot perlu memperhatikan sisa daya dan tidak menunggu sampai baterai benar-benar habis. Jika daya tidak lagi cukup untuk menyelesaikan misi dengan aman, pilihan terbaik biasanya adalah menghentikan penerbangan dan melakukan pendaratan di lokasi yang aman.
Gangguan GPS, kompas, sensor, atau sistem kontrol dapat membuat perilaku drone berubah. Dalam situasi seperti ini, pilot harus tetap fokus dan menghindari memberikan perintah secara terburu-buru. Jika kendali masih tersedia, arahkan drone ke area yang aman dan pertimbangkan untuk mengakhiri penerbangan.
Angin kencang, hujan, atau berkurangnya jarak pandang dapat membuat kondisi penerbangan berubah dengan cepat. Jika cuaca sudah tidak mendukung, pilot sebaiknya tidak memaksakan misi. FAA menegaskan bahwa respons terhadap keadaan darurat harus disesuaikan dengan situasi, karena tindakan paling aman di satu lokasi belum tentu sama dengan lokasi lainnya.
Pilot juga harus siap jika muncul pesawat berawak, helikopter, orang, kendaraan, atau hambatan lain di area penerbangan. Jika kondisi tersebut menimbulkan risiko, penerbangan perlu segera dialihkan atau dihentikan dengan aman. FAA menyebutkan bahwa bila sebuah operasi tidak lagi dapat dilakukan tanpa menimbulkan bahaya bagi pesawat lain, orang, atau properti, penerbangan harus dihentikan secara aman.
Sebelum terbang, pilot sebaiknya sudah menentukan beberapa lokasi yang dapat digunakan untuk pendaratan darurat. Area tersebut sebaiknya jauh dari manusia, kendaraan, bangunan, kabel, dan hambatan lainnya. Dengan persiapan seperti ini, pilot tidak perlu mencari lokasi secara terburu-buru ketika masalah terjadi.
Setelah kondisi darurat berhasil ditangani, jangan langsung menerbangkan drone kembali. Periksa baterai, propeller, motor, struktur, sensor, dan sistem lainnya untuk mengetahui penyebab masalah. Catat kejadian tersebut di logbook agar dapat menjadi bahan evaluasi sebelum penerbangan berikutnya.
Pilot perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kehilangan sinyal, baterai menurun, gangguan navigasi, perubahan cuaca, atau munculnya bahaya di sekitar area penerbangan. Paling penting adalah keselamatan orang dan lingkungan harus menjadi prioritas dibandingkan menyelesaikan misi atau menyelamatkan perangkat. Pelatihan Indonesia Drone Training Center, peserta dapat mempelajari emergency procedure, lost link, emergency landing, risk assessment, dan pengambilan keputusan agar lebih siap menghadapi kondisi tidak normal di lapangan.
ARTIKEL LAINNYA
