SORA dalam Operasi Drone
SORA atau Specific Operations Risk Assessment adalah metode untuk menilai risiko pada operasi drone yang lebih kompleks.
SORA biasanya digunakan untuk operasi drone dalam kategori specific, terutama ketika operasi tidak dapat dilakukan menggunakan skenario standar atau predefined risk assessment yang sudah tersedia. Contohnya bisa mencakup operasi BVLOS, penerbangan di area dengan tingkat risiko tertentu, atau operasi yang memiliki karakteristik lebih kompleks dibandingkan penerbangan biasa. EASA menyebutkan bahwa jika operasi tidak tercakup oleh Standard Scenario atau PDRA, operator perlu melakukan penilaian risiko menggunakan metode seperti SORA.
Salah satu bagian penting dalam SORA adalah ground risk.
Ground risk melihat kemungkinan drone menyebabkan dampak terhadap orang, properti, atau infrastruktur di permukaan jika terjadi kegagalan.
Penilaiannya mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
- kepadatan orang,
- ukuran drone,
- jenis operasi VLOS atau BVLOS,
- dan langkah mitigasi yang digunakan.
Semakin besar potensi dampaknya, semakin besar pula perhatian yang diperlukan terhadap pengamanan area di bawah jalur penerbangan.
Selain risiko di darat, SORA juga menilai air risk. Air risk berkaitan dengan kemungkinan drone bertemu atau berkonflik dengan pesawat berawak di ruang udara. Penilaiannya mempertimbangkan kepadatan lalu lintas udara, jenis ruang udara, serta mitigasi yang digunakan untuk mengurangi kemungkinan konflik.Pilot tidak cukup hanya melihat kondisi di permukaan. Kondisi ruang udara di atas area operasi juga perlu diperhitungkan.
Setelah risiko diketahui, langkah berikutnya adalah menentukan cara untuk menurunkannya. Mitigasi dapat berupa pembatasan area operasi, penggunaan ground risk buffer, perubahan jalur penerbangan, penggunaan observer, prosedur darurat, atau persyaratan teknis tertentu. Tujuannya bukan menghilangkan seluruh risiko, tetapi menurunkannya ke tingkat yang dapat diterima. EASA menjelaskan bahwa SORA membantu operator menentukan mitigasi dan Operational Safety Objectives yang sesuai dengan tingkat risiko operasi.
Dalam SORA terdapat istilah SAIL atau Specific Assurance and Integrity Level. SAIL menunjukkan tingkat kebutuhan keselamatan suatu operasi. Semakin tinggi risikonya, semakin tinggi pula tingkat pembuktian dan ketahanan sistem yang dibutuhkan. EASA menjelaskan bahwa nilai SAIL ditentukan setelah risiko darat dan udara dinilai. Operasi dengan SAIL lebih tinggi memerlukan pemenuhan safety objectives dengan tingkat robustness yang lebih tinggi pula.
SORA bukan daftar centang sederhana. Metode ini digunakan untuk membantu operator memahami hubungan antara jenis operasi, lingkungan, kemampuan drone, kompetensi personel, dan prosedur keselamatan. EASA bahkan menekankan bahwa SORA bukan checklist, tetapi panduan untuk menyesuaikan mitigasi berdasarkan karakter risiko suatu operasi.
Prosesnya mencakup penilaian risiko di darat, risiko di udara, mitigasi, penentuan tingkat SAIL, dan pemenuhan safety objectives. Bagi operasi drone yang lebih kompleks, memahami SORA menjadi penting karena keselamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan pilot, tetapi juga pada kualitas perencanaan sebelum penerbangan. Melalui Indonesia Drone Training Center, peserta dapat mempelajari dasar risk assessment, ground risk, air risk, operational volume, contingency procedure, hingga konsep SORA secara lebih terarah.
ARTIKEL LAINNYA
